
Beberapa pekan kemarin tiap karyawan Perum Jasa Tirta I dibagikan pin kecil yang terdiri dari 2 seri. Seri pertama berwarna hitam bertuliskan ”Bangga beratribut Jasa Tirta” sedangkan untuk seri kedua berwarna ungu bertuliskan ”I am Proud to be Jasa Tirta”. Pembagian pin tersebut seolah untuk menjawab terjadinya krisis kebanggaan yang saat ini melanda hampir semua karyawan Jasa Tirta I.
BUMN Pengelola sumberdaya air ini memang telah berusia 19 tahun, namun ketidak populerannya mungkin menjadikan alasan sebagian karyawan untuk tidak bisa bangga dan kalaupun bangga harus diawali dengan memberi penjelasan terlebih dahulu secara panjang lebar kepada keluarga, tetangga, saudara dll sehingga mereka paham apa yang menjadi tugas dari BUMN bernama Perum Jasa Tirta I ini.
Terlepas masalah terkenal atau tidak terkenalnya perusahaan kita, dalam prespektif seorang muslim, Jasa Tirta I memiliki peranan yang luar biasa dalam kelangsungan hidup banyak orang khususnya mereka yang menikmati langsung manfaat dari sungai Brantas dan Bengawan Solo beserta anak-anak sungainya. Allah berfirman dalam Surat Al Anbiyaa : 30 ”Dan Kami ciptakan dari air segala sesuatu yang hidup."
Mengutip dari Blog ”Salamun alaikum” yang menulis tentang Rahasia Air, dalam kitab-kitab tafsir klasik, ayat tadi diartikan bahwa tanpa air semua akan mati kehausan. Tetapi di Jepang, Dr. Masaru Em oto dari Universitas Yokohama dengan tekun melakukan penelitian tentang perilaku air.
Air murni dari mata air di Pulau Honshu didoakan secara agama Shinto, lalu didinginkan sampai -5oC di laboratorium, lantas difoto dengan mikroskop elektron dengan kamera kecepatan tinggi. Ternyata molekul air membentuk kristal segi enam yang indah.
Percobaan diulangi dengan membacakan kata, "Arigato (terima kasih dalam bahasa Jepang)" di depan botol air tadi. Kristal kembali membentuk sangat indah. Lalu dicoba dengan menghadapkan tulisan huruf Jepang, "Arigato". Kristal membentuk dengan keindahan yang sama. Selanjutnya ditunjukkan kata "setan", kristal berbentuk buruk. Diputarkan musik Symphony Mozart, kristal muncul berbentuk bunga. Ketika musik heavy metal diperdengarkan, kristal hancur.
Ketika 500 orang berkonsentrasi memusatkan pesan "peace" di depan sebotol air, kristal air tadi mengembang bercabang-cabang dengan indahnya. Dan ketika dicoba dibacakan doa Islam, kristal bersegi enam dengan lima cabang daun muncul berkilauan. Subhanallah.
Dr. Emoto akhirnya berkeliling dunia melakukan percobaan dengan air di Swiss, Berlin, Prancis, Palestina, dan ia kemudian diundang ke Markas Besar PBB di New York untuk mempresentasikan temuannya pada bulan Maret 2005 lalu.
Ternyata air bisa "mendengar" kata-kata, bisa "membaca" tulisan, dan bisa "mengerti" pesan. Dalam bukunya The Hidden Message in Water, Dr. Masaru Emoto menguraikan bahwa air bersifat bisa merekam pesan, seperti pita magnetik atau compact disk.
Semakin kuat konsentrasi pemberi pesan, semakin dalam pesan tercetak di air. Air bisa mentransfer pesan tadi melalui molekul air yang lain. Barangkali temuan ini bisa menjelaskan, kenapa air putih yang didoakan bisa menyembuhkan orang yang sakit.
Dulu ini kita anggap musyrik, atau paling sedikit kita anggap sekadar sugesti, tetapi ternyata molekul air itu menangkap pesan doa kesembuhan, menyimpannya, lalu vibrasinya merambat kepada molekul air lain yang ada di tubuh si sakit.
Tubuh manusia memang 75% terdiri atas air. Otak 74,5% air. Darah 82% air. Tulang yang keras pun mengandung 22% air. Air putih galon di rumah, bisa setiap hari didoakan dengan khusyu kepada Allah, agar anak yang meminumnya saleh, sehat, dan cerdas, dan agar suami yang meminum tetap setia. Air tadi akan berproses di tubuh meneruskan pesan kepada air di otak dan pembuluh darah.
Dengan izin Allah, pesan tadi akan dilaksanakan tubuh tanpa kita sadari. Bila air minum di suatu kota didoakan dengan serius untuk kesalehan, insya Allah semua penduduk yang meminumnya akan menjadi baik dan tidak beringas.
Rasulullah saw. bersabda, "Zamzam lima syuriba lahu", "Air zamzam akan melaksanakan pesan dan niat yang meminumnya". Barangsiapa minum supaya kenyang, dia akan kenyang. Barangsiapa minum untuk menyembuhkan sakit, dia akan sembuh.
Subhanallah … Pantaslah air zamzam begitu berkhasiat karena dia menyimpan pesan doa jutaan manusia selama ribuan tahun sejak Nabi Ibrahim a.s.
Bila kita renungkan berpuluh ayat Al Quran tentang air, kita akan tersentak bahwa Allah rupanya selalu menarik perhatian kita kepada air. Bahwa air tidak sekadar benda mati. Dia menyimpan kekuatan, daya rekam, daya penyembuh, dan sifat-sifat aneh lagi yang menunggu disingkap manusia. Islam adalah agama yang paling melekat dengan air.
Shalat wajib perlu air wudlu 5 kali sehari. Habis bercampur, suami istri wajib mandi. Mati pun wajib dimandikan. Tidak ada agama lain yang menyuruh memandikan jenazah, malahan ada yang dibakar.
Kita bekerja melakukan pengelolaan terhadap air adalah nikmat yang luar biasa, tetapi mengapa kita sebagai insan PJT I terkadang masih susah untuk bangga? Adanya anggapan bahwa kebanggaan muncul karena manusia, kebanggan itu tidak muncul karena mungkin omzet PJT tidak sebesar pertamina, tidak se prospektif Bulog atau tidak se spektakuler Telkom dan BUMN yang lainnya, gaji karyawan PJT I mungkin tidak sebesar karyawan BRI, tidak sebesar PLN atau Petrokimia Gresik, tetapi kita telah memilki satu poin lebih unggul di hadapan Nya, tinggal bagaimana kita tambah poin-poin tersebut dengan keikhlasan, totalitas, loyalitas ditengah-tengah kejujuran dalam bekerja.
Allah akan mencatat setiap keseriusan, kegigihan dari seorang pengamat ataupun operator pintu air yang rela tidak tidur di malam hari hanya untuk mencatat elevasi muka air, menyampaikan laporan, angka demi angka secara teliti. Yakinlah, Allah akan membalas bergadang nya bapak-bapak operator, rela meninggalkan keluarga, tidak libur di hari libur, tidak berkumpul bersama keluarga di hari raya, lakukanlah semuanya dengan ikhlas dan hati gembira, karena andai kita tau betapa besarnya pahala itu.
Gaji kita memang tidak sebesar mereka, penghasilan kita memang tidak seberjibun mereka, tapi nilai yang kita kerjakan jauh lebih besar dari mereka. Khairun naasi anfa’uhum linnaas, sebaik baik manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi manusia yang lain. Sempurnakan apa yang telah kita lakukan dengan mencoba untuk bersyukur, ikhlas, penuh dedikasi dan totalitas dan kita serahkan hasilnya pada Allah, insyaAllah Allah akan memberikan balasan yang setimpal.
Betapa beruntungnya istri-istri kita, anak-anak kita yang kita beri nafkah dari keikhlasan mengelola air untuk kepentingan masyarakat banyak, untuk air wudhu jutaan muslim di Jawa Timur & Jawa Tengah, untuk jutaan manusia yang kehausan, untuk jutaan hektar tanah pertanian, untuk hewan ternak, tumbuhan dan untuk setiap KwH listrik yang dihasilkan.
Mungkin manusia belum melakukan zikir air. Kita masih perlakukan air tanpa respek. Kita buang secara mubazir, bahkan kita cemari. Astaghfirullah.
Seorang ilmuwan Jepang itu telah merintis. Tinggal bagaimana Ilmuwan muslim khususnya mereka yang oleh Allah diberi kenikmatan bekerja untuk dan atas air seperti PJT harus melanjutkan kajian kehidupan ini berdasarkan AlQuran dan hadist.
-----------------
ditulis sebagai bahan untuk buletin internal Perum Jasa Tirta I edisi 49 tahun 2009 dan terinspirasi dari buku "The Hidden Messages in Water" yang ditulis Masaru Emoto

2 comments:
Assalamualaikum
Saya melihat ada lowongan PJT 2, status nya kontrak. Saya mau nanya kontraknya brp lama ya pak ? Apa krn PJT 2 mau jalan, para karyawan kontrak PJT 1 kontraknya habis ? Dan ikut tes lagi untuk bisa bekerja di PJT 2. Terimakasih
Assalamualaikum
Saya melihat ada lowongan PJT 2, status nya kontrak. Saya mau nanya kontraknya brp lama ya pak ? Apa krn PJT 2 mau jalan, para karyawan kontrak PJT 1 kontraknya habis ? Dan ikut tes lagi untuk bisa bekerja di PJT 2. Terimakasih
Post a Comment