Pernah mendengar lagu beraliran campur sari yang berjudul Alun-alun Nganjuk?? Sebagai informasi, lagu itu sejak awal tahun lalu sudah menjadi hits di kalangan masyarakat menengah kebawah di Jawa Timur. Seolah tak bertuan, ketika saya mau mencari tahu melalui mbah google siapa yang menciptakan dan mempopulerkannya pertama kali sangat kesulitan, akibatnya lagu Alun-alun Nganjuk dinyanyikan oleh banyak penyanyi dengan banyak versi.
Tidak semua orang bisa menikmati aliran musik campur sari. Paradigma yang tercipta bahwa campur sari hanya diperuntukkan bagi golongan bawah hingga kualitas lirik yang dinyanyikan memang hampir selalu menggelikan karena berbau porno atau terlalu polos, sebut saja lagu campur sari yang berjudul "Tali Kutang", "Mblebes" dll. Namun apabila kita objektif menilai musik campur sari, dia memiliki karakteristik yang khas yang tidak dimiliki oleh jenis musik yang lain, personel yang memainkannya pun jauh lebih banyak dari jenis musik yang lain. Betapa kreatifnya sebenarnya para musisi daerah yang menciptakan lagu-lagu campur sari ataupun dangdut koplo dengan ke khas-an nya masing-masing.
Stigma negatif yang kemudian diamini oleh banyak orang itulah yang membuat campur sari tidak kunjung naik kelas dan hanya di nikmati oleh kalangan level rendah saja. Semula saya juga berpandangan sama dengan orang kebanyakan itu hingga suatu hari pada saat perjalanan dari Surabaya-Solo dengan menggunakan Bus Patas AC "Eka" jurusan Surabya-Magelang saya begitu menikmati musik campur sari yang sengaja diputar oleh awak bus, dan yang paling membuat saya kesengsem adalah lagu campur sari dengan judul "Alun-alun Nganjuk" karena memang liriknya begitu sopan dan indah, lagu itu menceritakan tentang kesetiaan sepasang kekasih yang saling mencari satu sama lain di Kota Nganjuk (salah satu kota di Jawa Timur).
Alun-alun Nganjuk
Lunga tak anti - anti kapan nggonmu bali
Mecak e endahing wengi kutha Nganjuk iki
Sumilir angin wates nggugah kangene ati
Apa kowe ora ngerteni
Kowe tak kangeni
Ning alun - alun tak goleki
Terminal stasiun tak ubengi
Senajan setahun tak enteni
Tresnamu sing tak gondheli
Lali tenan to dhik nggonmu janji - janji ?
Disekseni lampu alun - alun iki
Lali tenan to dhik karo aku iki ?
Ning terminal stasiun nggonku nggoleki
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment