Kartini memang pernah hidup,
kecerdasan dan pemikiran majunya memang sempat membuat para perempuan selangkah lebih maju. Sosok Kartini yang eksis puluhan tahun yang lalu menambah sederetan tokoh pahlawan di Indonesia.
Semangat Kartini disertai ketulusan, keikhlasan dan potensi yang dimiliki terbukti mampu mengangkat harkat dan martabat perempuan saat itu hingga dia menjadi icon kebangkitan perempuan hingga saat ini.
Puluhan tahun secara fisik Kartini sudah tidak ada lagi, semangatnya masih kita rasakan. namun semangat tersebut lambat laun tergerus dan mengalir mengikuti aliran perubahan. Banyak yang mengaku sebagai aktivis perempuan yang memperjuangkan emansipasi, isu gender dll. namun mereka belum bisa menyamai Kartini utamanya ketulusan, keikhlasan dan potensinya.
Semangat Kartini pun memudar, dan hanya bisa kita rasakan pada tiap tanggal 21 April dengan para perempuan memakai kebaya di sekolah-sekolah, kantor-kantor bahkan televisi-televisi. tapi, sadarlah para perempuan bahwa saya yakin Kartini sedang menangis saat ini, karena hanya kebaya nya saja yang masih eksis di tiap tanggal 21 April. Kebaya bukanlah ajaran dan peninggalan Kartini, Kebaya bukan pula menjadi simbol perjuangan Kartini dan Kebaya bukanlah semangat Kartini. Saatnya berpikir demi kemajuan dengan didasari keikhlasan. ketulusan dan potensi.
jangan terbawa euforia emansipasi yang sebenarnya tidak mudah ditafsirkan.
saat ini, semangat Kartini diambang kritis, emansipasi wanita yang ditafsirkan berlebihan hingga melupakan kodrat wanita itu sendiri. Kartini tidak demikian.
Janganlah selalu membuat Kartini menangis karena hanya dikenang dengan memakai Kebaya tiap tanggal 21 April.
Kita rindu sosok Kartini,
Indonesia butuh sosok Kartini.
Selamat Hari Kartini 21 April 2007

No comments:
Post a Comment